5 Penyakit Pada Kulit Yang Umum Pada Manusia & Perawatannya

Hampir setiap orang mengalami horor ketika bangun tidur mendapati wajah terdapat bintik merah kecil yang mengganggu. Jerawat adalah salah satu dari sekian banyak penyakit yang umum dan paling ringan di temukan. Jenis penyakit pada kulit yang lain juga bisa membuat minder dan beberapa jenis lain bisa mengancam jiwa. Karena kulit adalah organ terbesar, efek dari kelainan pada kulit termasuk kelainan fisik.

Jerawat, eksim, dermatitis, kanker kulit, dan psioriasis adalah beberapa jenis penyakit pada kulit yang umum dengan gejala dan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Penyakit-penyakit kulit ini kadang bersifat sementara atau permanen, beberapa tidak menyakitkan dan lainnya sangat menyakitkan. Penyebab timbulnya penyakit kulit bisa berbeda-beda, ada yang timbul karena kondisi tertentu –seperti pada remaja, karena mengkonsumsi obat-obatan, make-up, efek penyakit lain, bakteri, infeksi, paparan sinar matahari, penyakit bawaan, hingga penularan dari orang lain.

Walaupun umumnya penyakit kulit ini termasuk ringan, jenis lainnya bisa menyebabkan masalah yang lebih besar. Hubungi dokter anda jika mengalami salah satu dari beberapa yang kami rangkum.


Acne atau Jerawat

Jerawat adalah penyakit kulit yang umum terjadi pada manusia dan merupakan masalah utama untuk remaja di seluruh dunia. Di tambah, masalah jerawat juga terdapat pada orang-orang dewasa juga. Jerawat terbentuk karena tertutupnya folikel rambut dan kelenjar keringat pada kulit, biasanya juga terpicu karena perubahan hormon. Istilah jerawat tidak hanya teruntuk pada benjolan pada wajah, namun  juga pada jerawat hitam, kista, dan bintil. Jerawat juga tidak hanya ada pada wajah, namun juga terdapat pada leher dan punggung.

Perawatan

Perawatan jerawat oleh dermatologis sangat penting karena jerawat yang tidak terurus bisa meninggalkan bekas yang permanen dan noda hitam di wajah. Untuk kasus jerawat ringan atau parah, metode berikut bisa di lakukan.

  • Krim topical Adapalene sudah bisa di dapatkan pada apotek-apotek terdekat tanpa resep dokter.
  • Pada beberapa kasus jerawat yang parah, isotretinoin oral juga bisa dijadikan solusi jerawat namun tidak cocok untuk ibu hamil. Jika Ibu hamil menggunakan obat ini, maka terdapat kemungkinan terjadi kecacatan pada bayi jika lahir nanti.
  • Gel, Lotion, atau krim tretinoin topical. Tretinoin tidak boleh di gunakan selama kehamilan kecuali jika memang perlu dengan saran dari dokter.
  • Tablet sarecycline. Tablet ini telah disetujui oleh BPOM untuk merawat jerawat parah dengan dosis tertentu

Penyakit Pada Kulit Karena Terbakar Matahari (sunburn)

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, hal ini berlaku untuk semua jenis penyakit; termasuk kulit yang terbakar matahari. Sunburn terjadi ketika kulit terpapar sinar ultraviolet (sinar UV) dari matahari terlalu lama yang menyebabkan kulit menjadi memerah, sakit, panas jika di sentuh, dan tidak jarang mengelupas. Tidak bisa dipastikan berapa lama waktu yang aman untuk terkena sinar matahari, walaupun telah memakai sunscreen.

Perawatan

Menggunakan sunscreen hanya bisa bertahan selama 2 jam, dan anda harus menggunakannya lagi untuk mengembalikan fungsinya. Namun cara terbaik adalah menemukan tempat berteduh lalu membiarkan kulit menjadi adem, lalu:

  • Mandi air dingin menggunakan sabun yang lembut
  • Banyak minum air putih dan kembalikan kelembapan kulit dengan menggunakan pelembab kulit yang bebas minyak atau gunakan gel dari lidah buaya
  • Pada beberapa kasus, menggunakan krim topikal OTC dengan lidocaine perlu digunakan
  • Mengkonsumsi NSAID seperti ibuprofen bisa membantu rasa tidak nyaman atau pembengkakkan.

Dermatitis Atopik (eksim)

Dermatitis atopic adalah jenis penyakit pada kulit yang sering di temukan pada bayi dan balita. Penyebab timbulnya penyakit ini masih belum bisa dipastikan,tapi ilmuan percaya bahwa hal ini  melibatkan gen, lingkungan, dan istem imun. Dermatitis atopic bisa timbul pada wajah, tangan, kaki, atau pada lipatan-lipatan kulit. Biasanya penyakit ini menyebabkan kulit menjadi kering, berisisik, dan gatal. Jika terlalu sering di garuk, maka area tersebut bisa menebal. Eksim sering di temukan pada orang-orang dengan alergi, namun alergi sendiri tidak menyebabkan eksim pada penderita.

Perawatan

Eksim biasanya di obati dengan menggunakan steroid topikal untuk mengurangi gejalanya. Untuk mengatasi eksim yang lebih parah, dokter menggunakan suntikan dupixen (dupilumab). Dupilumab digunakan untuk merawat orang-orang dewasa yang terdampak penyakit eksim parah karena menggunakan krim topikal steroid tidak memberikan pengaruh apapun. Perawatan penderita eksim ringan hingga parah dengan suntikan dupilumab memberikan hasil yang bagus hingga kulit bersih kembali dibandingkan menggunakan placebo. Gatal juga berkurang setelah 16 minggu terapi.


Cacar ular ( Herpes Zoster)

Cacar ular akan menimbulkan ruam merah dan melepuh pada tubuh dengan di iringi dengan demam, pingsan, dan sakit kepala. Cacar ular disebabkan oleh virus yang sama untuk penyakit campak, yaitu virus varicella zoster. Jika anda pernah terkena campak sebelumnya, maka anda berisiko terkena cacar ular karena virus campak berdormansi di sistem saraf anda bertahun-tahun lamanya.

Orang tua dan orang-orang dengan system imun yang lemah memiliki risiko yang lebih tinggi terkena cacar ular.

Perawatan

Cacar ular sangat menyakitkan tapi perawatan yang cepat dengan antiviral seperti mengkonsumsi Valtrex (valacyvlovir) bisa mengurangi gejalanya. 2 vaksin pencegah cacar ular yang telah di setujui oleh BPOM bisa didapatkan, yaitu:

  1. Merupakan vaksin yang di gunakan untuk mencegah timbulnya cacar ular dan di berikan untuk orang-orang berusia 60 tahun atau lebih.
  2. Vaksin ini di gunakan untuk pencegahan cacar ular yang diberikan pada orang-orang dengan usia 50 tahun ke atas. Vaksin di suntikkan secara intramuscular dalam dua dosis, dimana dosis ke-dua diberikan setelah 2 atau 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin shingrix lebih populer digunakan karena mempunyai keefektifan yang lebih tinggi (>90%) dari vaksin zostavax.

Kaligata (Urticaria)

Kaligata adalah rasa gatal-gatal yang tidak tertahan di tubuh –biasanya pada area tangan dan kaki, yang di sertai dengan pembengkakkan yang jelas pada area yang gatal. Penyakit pada kulit ini biasanya berasal dari ulat bulu, obat-obatan, makanan, gigitan serangga, atau tersengat. Jika kaligata menyebabkan pembengkakan pada area tubuh yang lebih luas atau pembengkakan pada muka, tubuh, atau tenggorokan hingga susah bernafas, larikan ke IGD untuk bantuan professional dari tenaga medis.

Kaligata biasanya akan hilang dalam waktu 2 hingga 4 jam, namun pada beberapa kasus kaligata bisa berlangsung selama berbulan-bulan dan bertahun lamanya; penyakit ini di sebut kaligata kronis.

Perawatan

Menghindari penyebab kaligata dimanapun sumbernya adalah taktik terbaik untuk terhindar dari penyakit ini. Ketika tidak bisa di hindari, maka antihistamin OTC seperti loratadin atau fexofenadine bisa digunaan untuk mengontrol rasa gatal. Jika antihistamin tidak memberikan perubahan, biasanya omalizumab –obat yang biasanya digunakan untuk merawat asma alergik, akan di gunakan untuk merawat kaligata kronis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *