Bhinneka Tunggal Ika Adalah Semboyan Indonesia – Bagaimana kita memaknainya?

Indonesia adalah salah satu negara pembentuk ASEAN dan merupakan negara dengan pulau terbanyak ke-tiga di seluruh dunia. Indonesia sendiri juga mempunyai banyak cerita-cerita sejarah yang sangat menarik, cerita yang berlatar belakang penemuan, penjajahan, dan kemerdekaan. Sejarah Indonesia mempunyai karakter yang luar biasa namun cukup membingungkan di waktu bersamaan, karena perubahan yang begitu kompleks menjadikan Indonesia lain dari pada yang lain.

Manusia pertama yang menempati Indonesia adalah manusia Jawa (Phitecantropus Erectus) dengan pulau Jawa sebagai pulau pertama yang mereka diami. Namun manusia Jawa tersebut punah dan digantikan dengan migrasi bangsa Melayu yang juga berlabuh di Malaysia dan Filipina 4000 tahun sebelum Masehi.


Sejarah Singkat Terbentuknya Indonesia

Kemudian budaya Dongson yang berasal dari Vietnam dan Cina selatan masuk ke Indonesia 1000 tahun sebelum Masehi, menyebar ke seluruh Indonesia dengan meninggalkan pengetahuan untuk bersawah, beternak, ritual pengorbanan kerbau, pengecoran besi, dan metode tenun ikat. Beberapa pengetahuan ini masih tetap bertahan di Sumatra Utara, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Barulah 700 tahun sebelum Masehi desa-desa permanen mulai ada, dan mereka bergantung pada bercocok tanam di sawah.

Manusia yang bermukim di desa-desa ini menganut animisme, mereka percaya bahwa semua objek yang ada di dunia ini mempunyai kekuatan mistis atau memiliki nyawa. Arwah para leluhur harus di hormati karena mereka masih bisa membantu orang-orang yang masih hidup di dunia dan mempengaruhi fenomena alam. Selain itu, arwah-arwah jahat harus ditenangkan dengan cara di berikan sesajen/sesembahan dan upacara adat. Lalu juga ada kepercayaan akan senjata dan peralatan yang ditinggalkan di kuburan akan digunakan di kehidupan setelah kematian.

Kemudian pada abad pertama, mulailah muncul kerajaan-kerajaan kecil yang terdiri dari beberapa desa. Dengan iklim tropis yang ada di Indoneisa, negara ini merupakan tempat yang cocok untuk menanam padi. Pada sisi lain, agama Hindu dan Budha belum bisa di pastikan datang dari mana. Salah satu mahakarya Hindu yang di temukan pada abad ke-3 menjelaskan bahwa agama ini datang karena mengundang seorang pendeta Brahma dari India untuk memberikan nasihat spiritual, menjalankan ritual, dan menyucikan orang-orang yang kerasukan.

Perdagangan adalah jalan masuk utama perkembangan budaya dan ekonomi di Indonesia. India dan Cina adalah pengaruh terbesar bagi majunya Indonesia karena akses masuk yang mudah dan lokasi perdagangan strategis. Indonesia sendiri telah memproduksi produk ekspor-impor seperti rempah-rempah, emas, benzoin, dan berbagai macam hasil alam lainnya.


Nasionalisme Indonesia

Bibit awal perjuangan akan kemerdekaan di Indonesia pertama kali di awali oleh pergerakan Islam. Nasionalis pertama didirikan pada tahun 1909 yang bernama Sarikat Islam (SI) yang  terbentuk dari pedagang-pedagang Islam. Awal perjuangan merupakan peperangan dalam aksi radikalisme dari Cina akan perdagangan batik, kemudian berkembang dalam skala besar dengan melawan penjajahan kolonial.

Sarikat Islam bukanlah satu-satunya partai yang ikut mewarnai perjuangan Indonesia merdeka waktu itu, nama PKI (partai Komunis Indonesia) yang merupakan partai pemecah belah persatuan dan kesatuan bangsa terbentuk di tahun 1902 dan mendapat dukungan dari pekerja di kota-kota industri. Tahun 1928 PKI melakukan pemberontakkan di seluruh pulau Jawa dan Sumatra, yang membuat pemerintah Belanda menangkap dan mengasingkan hingga aksi mereka diam di tempat.

Walaupun masih di bawah tekanan dari pihak Belanda, pergerakan nasionalisme tetap berlangsung bahkan semakin kuat hingga pada tahun 1928 kongres pemuda lahir dengan sumpahnya; berbangsa satu (Indonesia), bertanah air satu (Indonesia), dan berbahasa satu (Bahasa Indonesia). Hingga sampai saat ini, sumpah pemuda tetap di peringati setiap tanggal 28 Oktober.

Pada 5 Maret 1942, pasukan Jepang menginvasi Indonesia dan menangkap semua orang-orang Eropa lalu mengeliminasi pemimpin Belanda yang ada. Setelah menjalani 2,5 tahun penjajahan oleh Jepang, akhirnya tanggal 17 Agustus 1945 di kumandangkan kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Muhammad Hatta di Jakarta.


Peristiwa Terciptanya Bhinneka Tunggal Ika

Mengingat Indonesia terbentuk dari latar belakang masyarakat yang berbeda-beda, baik itu suku, ras, agama, budaya, Bahasa, dan norma, namun hal itu bukan menjadi pemecah di antara mereka sebagai bangsa yang satu. Salah satu penggambaran yang umum di pakai adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang bermakna, walau berbeda-beda namun tetap satu jua.

Jika di runut secara etimologi, Bhinneka mempunyai arti beragam/beraneka, tunggal artinya satu, dan ika bermakna itu. Semboyan ini di sadur dari kitab Kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular pada abad ke-14 Masehi. Penggunaan semboyan ini sendiri awalnya di gunakan saat masa kerajaan Majapahit di atas kepemimpinan Wisnuwardhana akan perbedaan kepercayaan di kerajaannya. Kemudian semboyan ini di patenkan sebagai slogan bangsa Indonesia yang menjadi tolak ukur persatuan kita. Peresmian slogan ini di tetapkan sebagai semboyan negara dengan Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun 1951 tentang lambang negara.

Pengaruh agama Budha dan Hindu sangat kental di kerajaan Majapahit saat itu. Namun kepercayaan pribumi saat itu tetap bertahan dan kita masih bisa menemukannya di Jawa. Masuknya Islam pada abad ke-11 memberikan nafas terhadap perkembangan Indonesia dan mendongkrak laju perkembangan masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi. Pedagang-pedagang yang berasal dari Cina juga masuk dari timur Jawa dan beberapa di antara mereka memeluk Islam dan ikut menyebarkannya di Indonesia.

Menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia bukannya dengan sedikit perjuangan, banyak pengorbanan yang harus dilalui sebelum sampai pada titik sekarang ini. Untuk itu, Bhineka tunggal ika berperan dalam kunci persatuan dan kesatuan Indonesia di setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimana jika terdapat perbedaan pendapat, hal pertama yang dicari adalah persamaan hak yang akan membawa pada mufakat.


Bhinneka Tunggal Ika Adalah Nyawa Indonesia – Bagaimana implentasinya saat ini?

  1. Berlaku inklusif – Setiap individu atau kelompok mempunyai hak dan kewajiban yang sama di mata hukum Indonesia
  2. Memahami keberagaman masyarakat – Indonesia terdiri dari beragam budaya, Bahasa, suku, ras, agama, warna kulit, dan keturunan, namun hal tersebut jangan dijadikan alat untuk mengelompokkan diri satu sama lain dan saling merendahkan.
  3. Musyawarah untuk mufakat – Seperti pepatah Minangkabau yang selalu dipakai, musyawarah untuak mufakaik, maka setiap ada permasalahan di antara golongan atau masyarakat harus dicari jalan keluar yang seadil-adilnya
  4. Rela berkorban untuk sebangsa dan setanah air – Satu-satunya kelompok yang ada di Indonesia adalah kelompok warga negara. Karena dengan begini, rasa persaudaraan akan kuat dan tanah air tidak akan runtuh dari serangan luar.

Implementasi Bhinneka tunggal ika akan sangat sulit dilakukan jika rasa ke-akuan dari individu, grup, atau kelompok dengan etnis tertentu yang menjadi tolak ukur sebuah perjuangan. Sejak awal, Indonesia terdiri dari keberagaman SARA dan hal yang menyatukan Indonesia adalah sifat kekeluargaannya yang kuat dan keyakinan akan persamaan hak sesama manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *