Efek Samping Obat Menggugurkan Kandungan dan Kenapa Anda Harus Menghindari Aborsi

Memiliki anak adalah hal yang luar biasa, dalam artian sangat menyenangkan dan sangat menyusahkan dalam waktu bersamaan.

Jujur saja, kehamilan merupakan masa yang berat dan sulit bagi siapapun dan perasaan terberkati tersebut juga di iringi dengan pengorbanan dan tekanan mental selama Sembilan bulan tersebut. Jika di lihat lebih jauh lagi, hamil tidak selalu membawa kebahagiaan dan keberkahan. Ada kalanya penyebab kehamilan tersebut menjadi momok yang nantinya berakibat negatif bagi calon orang tua atau bayi yang di kandung akan mengalami kondisi fisik yang tidak normal jika tetap di pertahankan, oleh karena itu mereka mengkonsumsi obat menggugurkan kandungan.

Pada artikel ini kita akan berbicara tentang aborsi dan apa alasan yang tepat untuk melakukannya berdasarkan medis.


Alasan umum menggunakan obat menggugurkan kandungan

Bagi beberapa orang, menggugurkan kandungan bukan lagi hal yang bisa di tawar. Aborsi merupakan satu-satunya jalan keluar dari kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak bisa di negosiasikan lagi. Sensus menunjukkan bahwa 43% dari 100 kelahiran hidup di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia menjalani aborsi. Berdasarkan laporan penelitian ilmiah dari Guttmacher Institute, aborsi yang umum di lakukan di Indonesia termasuk tidak aman dan berbahaya bagi si Ibu hamil tadi. Selain itu, aborsi yang terjadi di Indonesia di lakukan oleh ibu hamil yang berpendidikan dan sudah menikah. Rata-rata wanita yang melakukan aborsi ini mempunyai alasan seperti hidup sang Ibu yang terancam jika kehamilan dilanjutkan, ketidakstabilan ekonomi calon orang tua, dan permasalahan hubungan/tidak siap untuk menjadi seorang janda.

Beberapa metode aborsi yang ada di Indonesia di antaranya:

  • 38% Aspirasi vakum atau D&K
  • 25% Medikasi oral (konsumsi obat menggugurkan kandungan) dan pijatan
  • 13% Medikasi aborsi yang disuntikkan
  • 8% Benda asing yang dimasukkan dalam vagina/Rahim
  • 5 % Jamu-jamuan/ramuan yang dimasukkan dalam vagina/Rahim
  • 4% Akupuntur
  • 8% Paranormal

Dampak Negatif Pada Hidup Si Ibu

Kehamilan yang terjadi pada waktu dan tempat yang salah akan menyebabkan dampak yang bertahan selama hidup mereka pada kemampuan seorang calon Ibu untuk membesarkan sebuah keluarga dan menghidupinya. Kurang dari setengah siswi yang hamil di luar nikah sebelum umur 18 tahun lulus sekolah. Mahasiswa yang hamil dan melahirkan juga sulit untuk menyelesaikan pendidikan mereka di banding teman yang tidak hamil atau melahirkan.

Janda yang hamil dan bekerja juga menghadapi kendala pada pekerjaan dan karier mereka. Hal ini akan memberikan dampak pada kemampuan mereka untuk menghasilkan uang dan mungkin membuat mereka tidak mampu untuk membesarkan anak mereka. Untuk Ibu yang sudah mempunyai anak atau sedang merawat orang tua di rumah, pengurangan kemampuan menghasilkan uang karena sedang hamil dan baru melahirkan akan membawa mereka di bawah garis kemiskinan dan kebutuhan akan orang-orang untuk membantu mereka.


Ketidakstabilan finansial

Baik dia seorang siswi sekolah yang sedang mengenyam pendidikan untuk universitas, atau wanita single yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, banyak calon Ibu kekurangan sumber daya untuk menutupi biaya yang terkait kehamilan, kelahiran , dan membesarkan anak, apalagi jika mereka tidak mempunyai asuransi kesehatan.

Menabung untuk calon bayi hanya satu dari sekian banyak tugas sebagai orang tua yang tidak merencanakan adanya kehamilan. Beban finansial dari seorang calon Ibu yang tidak mampu untuk merawat bayi tidak sedikit, apalagi membayar kunjungan ke dokter anak untuk memastikan mereka tumbuh dengan sehat. Kurangnya penanganan medis selama kehamilan juga akan menempatkan si bayi pada risiko tinggi pada komplikasi selama proses melahirkan dan awal perkembangan janin.


Bahaya Menggugurkan Kandungan atau aborsi dengan teknik D&E

  • Infeksi panggul – Kuman dan bakteri dari vagina atau servix kemungkinan akan masuk keuterus selama proses aborsi dan menyembabkan infeksi pada area panggul. Antibiotik bisa merawat infeksi tapi pada kasus tertentu anda harus di rawat di rumah sakit atau menjalani operasi untuk mengatasinya.
  • Penggumpalan darah pada uterus – Penggumpalan darah yang menyebabkan rasa kram parah juga bisa terjadi. Penggumpalan biasanya di tangani dengan prosedur operasi aborsi berulang.
  • Pendarahan hebat – Pendarahan setelah aborsi bisa di bilang normal untuk beberapa kasus. Namun, Pendarahan hebat (hemorrhaging) bukanlah hal yang umum dan mungkin harus menjalani perawatan sedot (operasi aborsi), pengobatan, atau operasi besar. Pastikan anda menghubungi dokter untuk menjelaskan kenapa terjadi pendarahan hebat danapa yang harus dilakukan jika ini terjadi.
  • Luka atau robek pada serviks – pembukaan pada uterus (serviks) bisa menyebabkan robek karena orang yang menangani aborsi akan memaksa serviks untuk membuka uterus agar instrumen medis bisa masuk ke rongga uterus selama proses operasi aborsi.
  • Kebocoran atau kerusakan dinding uterus – Tidak seperti obat menggugurkan kandungan, instrumen medis bisa saja melukai dinding uterus selama prosedur aborsi. Lubang yang ditinggalkan dari proses operasi ini bisa menyebabkan infeksi, pendarahan hebat, atau keduanya sekaligus tergantung dari parahnya luka. Operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki jaringan yang luka tadi, dan pada kasus yang serius, histerektomi (operasi mengangkat uterus) mungkin dilakukan.
  • Komplikasi yang berkaitan dengan anesthesia – Seperti prosedur operasi lainnya, anesthesia meningkatkan risiko komplikasi yang berhubungan dengan prosedur aborsi. Karena risiko ini, banyak dari proses operasi aborsi dikerjakan tanpa anestesi yang bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat pada pasien.
  • Terapi Globulin Rh Imun – Materi genetik yang ditemukan pada permukaan sel darah merah seorang perempuan biasa disebut dengan nama factor Rh. Jika seorang calon Ibu dan cabang bayinya mempunyai faktor Rh yang berbeda, ia harus mendapatkan perawatan medis untuk mencegah pengembangan antibodiyang akan membahayakan kandungan sang Ibu di masa depan.
  • Jaringan luka pada dinding uterus – Operasi aborsi bisa menyebabkan perkembangan luka pada jaringan dinding uterus, sebuah kondisi yang dinamakan sindrom Asherman. Sindrom ini bisa menyebabkan menstruasi yang abnormal, sangat sakit, atau kekosongan; bahkan juga bisa menyebabkan keguguran dan kemandulan di masa depan.

Efek Samping Aborsi Dengan Obat Menggugurkan kandungan

Aborsi medis adalah prosedur yang menggunakan obat-obatan untuk mengakhiri sebuah kandungan. Aborsi medis tidak memerlukan operasi atau anestesi dan bisa di mulai saat di kantor medis atau di rumah dengan beberapa kunjungan ke dokter. Menjalani aborsi medis adalah keputusan yang besar dengan konsekuensi psikologis dan fisik yang harus di terima. Jika anda sedang berpikir untuk melakukannya, pastikan anda paham dengan prosedurnya, efek samping, kemungkinan risiko, komplikasi dan alternatifnya.

Efek samping obat menggugurkan kandungan

  • Pendarahan hebat vagina hingga 2 hari atau pendarahan ringan hingga 16 hari
  • Keram
  • Demam
  • Sakit pada panggul
  • Mual-mual, diare, sakit pada perut yang parah
  • Pusing
  • Tidak bertenaga
  • Sakit punggung
  • Reaksi alergi seperti pembengkakkan tenggorokan, bibir, lidah, atau wajah membengkak. Jika terjadi, segera hubungi rumah sakit terdekat untuk pertolongan.

Jadi, bagi anda yang masih berpikir untuk melakukan aborsi atau menggugurkan kandungan sebaiknya mempunyai alasan yang tepat dan penanganan medis dari ahli. Hindari bahaya menggunakan pengobatan atau ramuan yang tidak aman agar tidak mengancam hidup anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *